Hanya Sebuah Pabel . . . (1)

1 08 2009

serigalaSuatu masa disebuah negeri domba yang amat sangat kacau, hiduplah dua ekor domba yang lahir dari rahim ibu domba yang sama.  Kala itu banyak sekali predator-predator domba yang hidup dan berkembang biak dengan sangatbaiknya. Diantara predator itu, adalah serigala yang memang nampak paling baik terhadap kelompok domba. Walaupun sebenarnya serigala seperti halnya predator-predator domba lain sejatinya juga memangsa domba. Hanya mungkin dia lebih “ramah” dalam memangsa domba, atau lebih cerdik dengan segala akal bulusnya.

Kita beri nama saja Dombi dan Dombu untuk kedua domba bersaudara ini.  Walaupun hidup di masa yang gelap bagi kaum domba di negerinya. Dombi dan Dombu tidak seperti domba lainnya. Mereka memiliki kecerdasan yang tinggi dan kesadaran bahwa lingkungan mereka sudah tidak layak menjadi habitat bagi domba. Mereka belajar pada guru yang sama, Sang Empu. Beliau adalah seekor domba Ras Garut yang menjadi pahlawan dan pujaan para domba, berkat aksi-aksi kepahlawanannya dalam menghalau predator-predator domba.

Memang negeri domba ini menjadi bulan-bulanan para predator setelah mangkatnya  Sang Raja Diraja Domba akibat penghianatan seekor srigala berbulu domba. Sejak itu tidak ada satupun ras domba yang tahan melawan serangan para predator. Mereka menjadi kelompok-kelompok kecil yang mudah sekali untuk dicabik-cabik oleh para predator. Bahkan yang lebih menyakitkan lagi bagi Dombi dan Dombu, Sang Serigala berbulu domba ini malah menjadi pujaan bagi salah satu ras domba.  Sungguh terlalu . . . . .

Selepas berguru pada Sang Empu mereka turun gunung, mencoba melihat realitas negeri domba yang semakin jauh dari kondisi ideal sebuah habitat domba. Kemudian kedua bersaudara ini pun berpisah disalah satu cabang jalan dikaki gunung. Mereka berusaha mengaplikasikan ilmu yang telah mereka terima di Gunung untuk mewujudkan satu tujuan yang sama. Terpilihnya kembali Seekor Raja Diraja Domba yang akan melindungi segenap bangsa domba dan akan menjamin kemakmuran seluruh tumpah darah domba. Sang Raja Diraja Domba ini akan memimpin kembali Kerajaan Domba yang sangat berpotensi menjadi kerajaan yang amat kuat, dan yang paling disegani oleh seluruh penghuni dunia satwa. Namun untuk mewujudkan hal itu mereka harus bisa merebut kembali pusat kota yang terletak tepat ditengah Negeri Domba. Disekelilingnya dijaga ketat oleh para predaror domba yang dipimpin oleh kawanan serigala.

Dombi setelah berpisah dengan Dombu dia kemudian mempelajari ilmu keserigalaan, dia pelajari semua aspek mengenai keserigalaan dari mulai bulu, moncong, cakar, sampai isi kepala serigala. Dia pun kemudian mulai berpendapat kalo tujuannya untuk mencapai pusat kota akan semakin mudah dengan menyamar menjadi seekor serigala. Sebuah ide yang menurutnya brilian dan sangat kecil resikonya.

Setahun dia coba menyamar menjadi serigala, awalnya banyak kawanan serigala yang melihat kekurangan sempurnaan perilaku serigala dalam diri Dombi. Dia acapkali dicurigai sebagai mata-mata oleh para serigala. Untuk itu tidak jarang waktunya dia gunakan untuk kembali melatih akting serigalanya dengan berbicara sendiri di depan cermin. Dia pun tak segan-segan untuk ngobrol dengan kawanan serigala dari berbagai ras. Ras serigala berbulu Merah, Hijau, Biru bahkan serigala berbulu Emas pun sempat dia kunjungi. Di akhir tahun dia mendapat banyak kawan dari kalangan serigala. Walaupun Ras Serigala Pelangi  masih tetap mencurigai dirinya sebagai mata-mata. Tapi itu sudah tidak dianggap masalah bagi dirinya.

Sekarang dia sangat senang dengan posisinya dihadapan para serigala. Dia sudah dianggap sebagai salah satu pembesar dalam kawanan serigala, walaupun sebenarnya dia tak lebih dari pesuruh di kalangan para pembesar serigala itu.  Acap kali dia menjadi bulan-bulanan oleh para pembesar serigala, namun bukan kemarahan yang dia tunjukan malah kesetiaan yang dia hadirkan. Hal itu tak lain dia katakan untuk semakin memperkuat penyamaran dia sebagai seekor serigala.

Hari-harinya dilalui seperi itu . . penuh dengan penyamaran, di kota dia selalu berorasi bahwa dirinya adalah serigala sejati, pejantan dari serigala-serigala yang ada dikalangan para serigala. Namun ketika sore hari dia pulang ke kampung para domba dia selalu berkhutbah kepada para domba bahwa apa yang dia kerjakan tak lain hanyalah sebuah penyamaran semata. Tak lebih dari itu. Dia selalu mengatakan kepada para domba di kampungnya bahwa ini adalah cara terbaik dan cara tercepat untuk mencapai pusat kota dan menduduki kembali pusat kota. Selanjutnya mereka dijanjikan untuk kembali merebuk kekuasaan dari bedebah serigala dan kembali mewujudkan kerajaan para domba.

Usahanya pun tidak siap-siap, di kampungnya tidak sedikit para domba yang mengikuti jejak langkah Dombi untuk menyamar sebagai serigala.

bersambung . . . . .





Selamat Pagi Dunia……

5 07 2008

Alhamdulillah akhirnya kesampean juga niat bikin blog yang serius ni…

mudah2an bisa menyalurkan bakat terpendam [pandahal ga pernah nimbun bakat]

Sengaja dikasih nama kataarif supaya terpacu bwt berkarya lewat tulisan2[yang mudah2an] berkualitas…

Konon kalo ga salah kataarif teh selah satu jenis karya sastra dari negeri melayu sana… walaupun blom pernah baca sendiri sih, Ok semoga memberi manfaat.

=nantikan grand launching-nya=





Hello world!

5 07 2008

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!